Seminar Nasional FKPM Konsolidasikan Mutu dan Kekhasan Pendidikan Muadalah Muallimin

  • 4 Februari 2026
  • 38 views
Seminar Nasional FKPM Konsolidasikan Mutu dan Kekhasan Pendidikan Muadalah Muallimin

Karanganyar, 24 Januari 2026 — Forum Komunikasi Pesantren Muadalah (FKPM) menyelenggarakan Seminar Nasional Pendidikan Muadalah Muallimin pada Sabtu (24/1/2026) di Pondok Pesantren MTA Mojogedang, Karanganyar, Jawa Tengah. Kegiatan ini diikuti sekitar 400 kiai, pimpinan pesantren muadalah muallimin, serta pimpinan pesantren alumni Gontor dari seluruh Indonesia, sebagai bagian dari upaya strategis memperkuat mutu, kekhasan, dan daya saing pendidikan pesantren muadalah di tingkat nasional.

Seminar nasional ini merupakan rangkaian dari Silaturahim Nasional Pesantren Muadalah Muallimin yang berlangsung pada Jumat–Sabtu, 23–24 Januari 2026, dan dihadiri sejumlah tokoh nasional, antara lain Wakil Menteri Agama RI, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Badan Wakaf Gontor, Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Kepala Kemenag Kabupaten Karanganyar, jajaran pengurus FKPM (Salafiyah dan Muallimin), Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG), PP IKPM Gontor, pimpinan pusat MTA, perwakilan Bank Syariah Nasional, serta berbagai tokoh pesantren dan pendidikan.

Rangkaian kegiatan dimulai pada Jumat (23/1/2026) dengan Workshop Manajemen Pesantren, menghadirkan narasumber Dr. M. Irfanuddin Kurniawan, M.Ag. dan Dr. Yulizar Djamaluddin Sanrego, M.Ec. Workshop ini membahas penguatan tata kelola pesantren, profesionalisme kelembagaan, serta strategi pengembangan berkelanjutan.

Pada Sabtu (24/1/2026), seminar nasional berlangsung sejak pagi hingga sore hari dan terbagi ke dalam dua sesi utama, dipandu oleh moderator Dr. M. Irfanuddin Kurniawan, M.Ag. (Sesi I) dan Dr. H. Riza Azhari, M.Pd. (Sesi II).

Pada sesi pertama, Dr. H. Khasib Amrullah, M.Ud., selaku Koordinator Muadalah Muallimin, memaparkan materi bertajuk Konsep, Prinsip, dan Standar Mutu Internal Pendidikan Muadalah Muallimin. Ia menegaskan bahwa kekuatan pendidikan muallimin terletak pada fondasi sistem yang telah dibangun para pendiri. “Sesuatu yang besar selalu dimulai dari dasar yang kuat. Sistem Muallimin yang dirintis para Trimurti Gontor adalah warisan berharga. Jika mutu dasar ini dijaga, maka pengembangannya akan melampaui capaian hari ini,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa dalam sistem Muallimin, guru adalah kurikulum kehidupan, karena santri belajar tidak hanya dari materi, tetapi juga dari keteladanan.

Materi berikutnya disampaikan oleh Dr. Muhammad Syamsul Arifin, M.Pd., Asesor Majelis Masyayikh, yang membahas Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Pesantren. Ia menjelaskan bahwa asesmen pesantren bukan sekadar formalitas administratif, melainkan mekanisme untuk menjaga kesinambungan mutu. “Visitasi pesantren bukan untuk justifikasi, tetapi untuk memastikan standar mutu terus berkembang dan relevan dengan tantangan zaman,” tegasnya.

Sesi ini juga menghadirkan Dr. H. Basnang Said, S.Ag., M.Ag., Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI, yang menekankan pentingnya penguatan manajemen dan pengembangan keilmuan pesantren. “Pesantren telah berkontribusi besar jauh sebelum kemerdekaan. Kini, peran itu harus terus diperkuat melalui tata kelola yang profesional dan sistem pendidikan yang unggul,” jelasnya.

Memasuki sesi kedua, Dr. KH. Ahmad Suharto, M.Pd., Wakil Direktur KMI Pondok Modern Darussalam Gontor, memaparkan tema Meneguhkan Kekhasan Pendidikan Muadalah Muallimin: Konsep dan Strategi Integrasi Kurikulum. Ia menegaskan bahwa pesantren memiliki keunggulan holistik yang tidak dimiliki sistem pendidikan lainnya. “Kurikulum pesantren bukan hanya mata pelajaran, tetapi kehidupan itu sendiri. Muadalah adalah kemewahan, karena pesantren dapat mandiri, bebas, dan tetap sakral dalam orientasi ibadah kepada Allah SWT,” ujarnya.

Materi penutup disampaikan oleh KH. Hadiyanto Arief, S.H., M.Bs., Pimpinan Pesantren Darunnajah Jakarta, yang mengulas Daya Saing Lulusan Muallimin di Era Disrupsi. Ia menyoroti bahwa lulusan pesantren memiliki ketahanan sosial dan karakter yang kuat. “Data menunjukkan tingkat pengangguran lulusan pesantren lebih rendah dibanding lulusan sekolah umum. Ini membuktikan bahwa pesantren melahirkan pribadi yang siap hidup, mandiri, dan berkontribusi,” ungkapnya.

Seminar Nasional FKPM ini menjadi ruang strategis konsolidasi nasional dalam memperkuat mutu, menjaga identitas, serta memastikan keberlanjutan pendidikan Muadalah Muallimin. Forum ini juga menegaskan bahwa pesantren tetap relevan, adaptif, dan menjadi pilar utama pembangunan peradaban bangsa di tengah dinamika zaman.

Ditulis oleh: admin

Konten Terkait