WAMENAG RI RESMI BUKA SILATURAHIM NASIONAL PESANTREN MUADALAH MUALLIMIN DI KARANGANYAR

  • 3 Februari 2026
  • 22 views
WAMENAG RI RESMI BUKA SILATURAHIM NASIONAL PESANTREN MUADALAH MUALLIMIN DI KARANGANYAR

Karanganyar, 24 Januari 2026 — Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. KH. Romo R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum., secara resmi membuka Silaturahim Nasional Pesantren Muadalah Muallimin yang diselenggarakan di Pesantren MTA Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat–Sabtu (23–24/1).

Pembukaan acara berlangsung khidmat dan sarat semangat kebangsaan, diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Kegiatan nasional ini dihadiri lebih dari 400 kiai dan pimpinan pesantren muadalah muallimin, pimpinan pesantren alumni Gontor, jajaran pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), serta sejumlah tokoh nasional dan akademisi.

Silaturahim Nasional ini menjadi ruang konsolidasi dan sinergi pesantren muadalah muallimin dalam menghadapi tantangan pendidikan Islam di era modern, khususnya dalam menjaga eksistensi, kualitas, dan kekhasan pesantren muadalah sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional.

Dalam sambutan selaku tuan rumah, KH. Nur Kholid Syaifullah, Lc., M.Hum., Pimpinan Pesantren MTA Karanganyar, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan Forum Komunikasi Pesantren Muadalah (FKPM) kepada Pesantren MTA sebagai tuan rumah perhelatan nasional ini. Ia menegaskan komitmen Pesantren MTA untuk terus berkontribusi aktif dalam penguatan pesantren muadalah di Indonesia.

Sementara itu, KH. Lukman Haris Dimyathi, Sekretaris Jenderal FKPM sekaligus Pengasuh Pondok Tremas Pacitan, menegaskan bahwa FKPM dibangun di atas semangat kebinekaan pesantren. “Pesantren memiliki kekhasan masing-masing, baik salafiyah maupun ashriyah (modern). Namun dalam FKPM, semuanya disatukan dalam semangat kebersamaan untuk menjaga dan memperkuat pesantren muadalah,” ujarnya.

Sebagai keynote speaker, Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A., M.Ed., M.Phil., Anggota Badan Wakaf PMDG sekaligus Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, menegaskan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan yang secara alami melahirkan ulama, pemimpin, dan pejuang bangsa.
Menurutnya, sistem pendidikan pesantren bersifat holistik, karena memadukan ilmu, adab, kepemimpinan, dan pengalaman hidup. “Pesantren adalah pendidikan kehidupan. Santri belajar memimpin, berorganisasi, dan hidup bersama. Dari sinilah lahir kader yang siap mengabdi di mana pun,” tegasnya.

Pandangan tersebut dikuatkan oleh KH. Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, yang menekankan bahwa muadalah tidak boleh berhenti pada penyetaraan formal semata, tetapi harus menjaga ruh, nilai, dan jiwa kepesantrenan. “Jika nilai, adab, dan jiwa pesantren hilang, maka runtuh pula ruh pendidikannya,” ungkapnya.

Dalam sambutan penutup, Wakil Menteri Agama RI Dr. KH. Romo R. Muhammad Syafi’i menegaskan bahwa pesantren merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah dan masa depan Indonesia. “Berbicara pesantren berarti berbicara Indonesia. Zaman boleh berubah, teknologi boleh maju, tetapi nilai kepesantrenan tidak boleh berubah,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pesantren muadalah memiliki peran strategis dalam memadukan ilmu dan iman, sehingga mampu melahirkan generasi yang mengajar dengan hati dan memimpin dengan akhlak.

Rangkaian pembukaan Silaturahim Nasional ini ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. M. Nasir Zein, Lc., M.A., Pimpinan Pesantren Muadalah Rafah Bogor sekaligus Anggota Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor.

Ditulis oleh: admin

Konten Terkait