SILATNAS FKPM Salafiyah di Nurul Qarnain Jember Perkuat Manhaj dan Kolaborasi Pesantren Tingkat Nasional

  • 12 April 2026
  • 9 views
SILATNAS FKPM Salafiyah di Nurul Qarnain Jember Perkuat Manhaj dan Kolaborasi Pesantren Tingkat Nasional

Jember — Pondok Pesantren Nurul Qarnain, Sukowono, Jember, menjadi tuan rumah kegiatan Silaturahim Nasional (SILATNAS) Forum Komunikasi Pesantren Muadalah (FKPM) Salafiyah tahun 2026, yang diselenggarakan pada Sabtu (11/04/2026) di Auditorium KH. Yazid Karimullah. Kegiatan ini dihadiri ratusan peserta yang terdiri atas para kiai, pengasuh, dan pimpinan pesantren muadalah dari berbagai daerah di Indonesia.

Mengusung tema “Teguh pada Manhaj, Adaptif terhadap Zaman: Tradisi, Mutu, dan Relevansi Pesantren Salafiyah”, forum ini menjadi ajang silaturahim sekaligus ruang diskusi strategis dalam merumuskan arah penguatan pendidikan pesantren muadalah di tingkat nasional.

Dalam sambutan tuan rumah yang diwakili oleh Ketua Dewan Pendidikan, KH. Badrut Tamam, M.H.I., disampaikan bahwa penunjukan Pondok Pesantren Nurul Qarnain sebagai tuan rumah merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia juga menyinggung kondisi geografis pesantren yang berada di kawasan pedesaan dengan akses yang tidak mudah, namun tetap mampu berkembang secara signifikan.

“Pesantren ini berada di desa, jalurnya tidak mudah. Namun dari sini kita belajar bahwa kekuatan pesantren tidak ditentukan oleh lokasi, melainkan oleh kesungguhan,” ujarnya.

Peserta SILATNAS berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Jawa Timur, Jawa Barat, Bali, Sumatera hingga Aceh. Kehadiran lintas daerah ini menunjukkan luasnya keterlibatan serta soliditas jaringan pesantren muadalah dalam forum nasional tersebut.

Sementara itu, Koordinator FKPM Salafiyah, Dr. KH. Ahmad Taufiq AR, M.Si., dalam arahannya menegaskan bahwa SILATNAS merupakan forum penting untuk membahas posisi dan penguatan pesantren dalam sistem pendidikan nasional.

“Tantangan kita hari ini adalah bagaimana pendidikan pesantren tidak lagi dipandang sebagai pelengkap, melainkan sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional,” ungkapnya. Ia juga menekankan pentingnya menjaga manhaj salafiyah sebagai identitas utama pesantren, tanpa mengorbankan upaya penguatan pengakuan (rekognisi) secara kelembagaan.

“Kita tidak perlu menggeser manhaj. Yang perlu kita lakukan adalah memperkuat rekognisi,” tegasnya. Selain itu, ia menyoroti urgensi penguatan jejaring dan kolaborasi antar pesantren sebagai langkah strategis dalam menghadapi tantangan pendidikan yang semakin kompleks. “Kita tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi menjadi keniscayaan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan penguatan kelembagaan FKPM. Forum ini turut membahas persiapan Muktamar FKPM Nasional 2026 sebagai agenda besar organisasi ke depan.

Kepala Bidang Pondok Pesantren (Kabid Pontren) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. Imam Turmudzi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.

Ia menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Jangan sampai kita meninggalkan dunia ini tanpa meninggalkan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.Sementara itu, Sekretaris Jenderal FKPM, KH. Luqman Haris Dimyathi, dalam sambutannya menekankan pentingnya ukhuwah ma’hadiyah dalam memperkuat kelembagaan pesantren, serta perlunya sinergi berkelanjutan dalam menyiapkan generasi santri yang unggul untuk menyongsong masa depan Indonesia yang lebih baik.

Rangkaian pembukaan kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D., yang turut hadir bersama rombongan FKPM Muallimin.

Kegiatan SILATNAS selanjutnya dilanjutkan dengan sesi diskusi dan perumusan sejumlah poin strategis sebagai tindak lanjut bersama dalam penguatan pesantren muadalah di berbagai daerah.

Ditulis oleh: Admin Pesantren Muadalah