Sosialisasi Pendidikan Muadalah Digelar di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan

  • 4 Februari 2026
  • 38 views
Sosialisasi Pendidikan Muadalah Digelar di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan

Prenduan, 26 Januari 2026 — Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan menjadi tuan rumah kegiatan Sosialisasi Pendidikan Muadalah yang diselenggarakan pada Senin (26/1/2026) di Gedung Serbaguna (GESERNA) Al-Amien Prenduan. Kegiatan ini menjadi ajang strategis silaturahim sekaligus konsolidasi pemikiran antar pimpinan pesantren dalam memperkuat mutu dan kekhasan pendidikan pesantren muadalah di Indonesia.

Acara dihadiri oleh sejumlah tokoh pesantren dan organisasi nasional, di antaranya Pimpinan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, Lc., M.A., Dr. KH. Ghozi Mubarok Idris, MA., Majelis Kiai Al-Amien Prenduan, Ketua Umum FPAG Dr. KH. Zulkifli Muhadli, S.H., M.M., Sekretaris Jenderal FPAG KH. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D., pimpinan pesantren alumni Gontor, pimpinan pesantren alumni Al-Amien Prenduan, pengurus Ikatan Alumni Al-Amien, serta perwakilan Bakorda IKBAL dari berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai forum sosialisasi kebijakan pendidikan muadalah, tetapi juga sebagai ruang dialog tentang identitas, karakteristik, dan keunggulan sistem pendidikan pesantren muadalah, yang mengintegrasikan pendidikan diniyah, akademik, kepemimpinan, serta pembinaan karakter dalam satu kesatuan sistem pendidikan holistik.

Dalam sesi pemaparan dan diskusi, para narasumber menekankan bahwa pendidikan muadalah memiliki kekhasan fundamental, antara lain kemandirian kurikulum, integrasi ilmu agama dan umum, pembentukan karakter melalui kehidupan berasrama, serta peran guru sebagai teladan dan “kurikulum hidup” bagi santri. Sistem ini dinilai mampu melahirkan lulusan yang unggul secara intelektual, spiritual, sosial, dan kepemimpinan.

Forum ini juga membahas penguatan standar mutu, tata kelola kelembagaan, kesinambungan kaderisasi guru, serta strategi menjaga daya saing lulusan pesantren muadalah di tengah tantangan global dan era disrupsi. Para pimpinan pesantren sepakat bahwa penguatan mutu tidak hanya bertumpu pada regulasi, tetapi juga pada penjagaan nilai, tradisi, dan ruh pesantren yang telah diwariskan para pendiri.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin terbangun sinergi antar pesantren muadalah, penguatan jaringan alumni, serta komitmen bersama dalam menjaga marwah, kemandirian, dan keunggulan pendidikan pesantren sebagai pilar peradaban dan pembinaan generasi bangsa.

Ditulis oleh: admin

Konten Terkait